Praktikum transpirasi

Oktober 19, 2009 vitamustika

PENDAHULUAN

  1. A. LATAR BELAKANG

Penguapan air dari tumbuhan (dan hewan, menurut banyak pustaka) disebut transpirasi. Tumbuhan dalam aktivitas hidupnya, mengeluarkan sejumlah besar air yang diserap (90%) ke atmosfer dalam bentuk uap air. Hilangnya air dari tubuh tanaman dalam bentuk uap air ini dinamakan transpirasi dan hampir semua air yang ditranspirasikan keluar melalui stomata. Pada tumbuhan, peristiwa ini biasanya berhubungan dengan kehilangan air melalui stomata, kutikula atau lentisel.

Meskipun tumbuhan kehilangan air, transpirasi bermanfaat bagi tumbuhan karena :

  • Menyebabkan terjadinya daya isap daun sehingga terjadi transport air di batang.
  • Membantu penyerapan air dan zat hara oleh akar.
  • Mengurangi air yang terserap berlebihan.
  • Mempertahankan temperatur yang sesuai untuk daun.
  • Mengatur fotosintesis dengan membuka menutupnya stomata.

Transpirasi juga merupakan proses yang berbahya bagi tumbuhan karena jika transpirasi melampaui penyerapan oleh akar, dapat kekurangan air. Bila kandungan air melampaui batas minimum dapat menyebabkan kematian. Transpirasi yang besaar juga memaksa tumbuahan mengadakan penyerapan banyak, untuk itu diperlukan energi yang tidak sedikit.

Pada dasarnya transpirasi ditentukan oleh faktor yang mempengaruhi penguapan air dan faktor yang mempengaruhi pembukaan stomata. Kecepatan transpirasi berbeda tergantung kepada jenis tumbuhan. Alat yang digunakan untuk mengukur berkurangnya air yang telah diketahui jumlahnya adalah potometer.

Banyak faktor lingkungan mempengaruhi proses transpirasi diantaranya adalah radiasi cahaya, kelembaban, suhu, angin dan keadaan air tanah. Oleh karena itu, praktikum ini dilakukan untuk membuktikan adanya transpirasi dengan memperhitungkan banyak faktor di lingkungan.

  1. TUJUAN

Tujuan praktikum ini adalah untuk meengetahui pengaruh lingkungan terhadap kecepatan transpirasi dengan metode penimbangan.

  1. RUMUSAN MASALAH

Bagaimana cara mengetahui pengaruh lingkungan terhadap kecepatan transpirasi dengan metode penimbangan?

KAJIAN TEORI

Transpirasi dimulai dengan penguapan air oleh sel-sel mesofil ke rongga antar sel yang ada dalam daun. Penguapan air ke rongga sel antar sel akan terus berlangsung sampai rongga antar sel jenuh dengan uap air. Banyak air yang menghilang melalui transpirasi untuk membesarkan tanaman karena rangka molekul semua bahan organik pada tumbuhan terdiri dari atom karbon yang harus diperoleh dari atmosfer. Karbon masuk ke dalam tumbuhan sebagai CO2 melalui pori stomata yang paling banyak di permukaan daun dan air keluar secara difusi melalui pori yang sama saat stomata terbuka.

Berbagai faktor lingkungan mempengaruhi membuka menutupnya stomata, terutama: cahaya, tersedianya air, temperatur, konsentrasi CO2 , adanya kalium, klorida dan asam absisat.

Faktor yang mempengaruhi kecepatan transpirasi ada dua yaitu faktor dalam (tumbuhan) dan faktor luar (lingkungan). Faktor dalam antara lain: (1) jumlah stomata tiap satuan luas permukaan daun. Besarnya angka itu tergantung pada jenis tumbuhan serta faktor lingkungan saat daun sedang tumbuh. (2) struktur anatomi daun. Kadang-kadang daun mempunyai alat tambahan untuk mempengaruhi penguapan, misalnya trikoma, rapat, kutikula tebal dan seterusnya. (3) sel daun mempunyai potensial osmotik tinggi sehingga air tidak mudah menguap. Faktor luar antara lain: (1) kelembaban udara. Besarnya selisih antar kelembaban udara dengan kelembaban udara di ruangan akan menentukan kecepatan difusi. (2) temperatur. Kenaikan temperatur mempercepat transpirasi karena mempercepat evaporasi dari permukaan sel mesofil daun. Kenaikan temperatur juga menurunkan kelembaban udara. (3) kecepatan angin. Angin akan memindahkan uap air dari ermukaan daun sehingga kelembaban udara di permukaan daun berkurang. (4) cahaya. Cahaya tidak berpengaruh langsung terhadap transpirasi, tetapi lewat pengaruhnya pada membukanya stomata serta kenaikan temperatur. (5) ketersediaan air. Bila tumbuhan kekurangan air, transpirasi akan berkurang karena stomata menutup akibat turunnya tekanan turgor sel penutup. Oleh karena itu, terjadinya penguapan bukan hanya dipengaruhi faktor luar (lingkungan), tetapi juga dipengaruhi membuka-tutpnya stomata pada permukaan daun yang dilalui lebih dari 90% air yang ditranspirasi dan CO2 .

Waktu matahari terbit otomatis suhu meningkat membuat udara mampu membuat lebih banyak kelembaban maka transpirasi meningkat.

Mekanisme terjadinya transpirasi ditentukan oleh seberapa lebar celah di antara du sel penutup stoma, sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi membuka-menutpnya stomata akan menentukan banyaknya transpirasi. Keluarnya uap air dari celah stoma merupakan proses difusi gas, karena tekanan uap di sebelah dalam celah lebih tinggi daripada tekanan uap di udara luar daun. Karena tekanan uap di ruang udara di dalam celah daun selalu berkurang oleh terjadinya difusi gas keluar, maka terjadinya penguapan air di dinding sel parenkim mesofil daun yang berbatasan dengan ruang udara. Selanjutnya proses ini akan menarik air dari sel sebelah dalam dan seterusnya.

Gerak sel penutup stomata terjadi sebagai akibat perubahan turgornya. Perubahan itu disebabkan karena : dengan perubahan potensial air isi selnya. Perubahan potensial air itu terjadi karena :

  • Bertambahnya gula terlarut di dalam sel penutup sehingga menyebabkan air dari sel epidermis tetangganya masuk ke dalam sel penutup. Diduga hal itu terjadi karena sel penutup mempunyai kloroplas sehingga mampu mengadakan fotosintesis.
  • Di dalam gelas sel penutup mengandung CO 2 berkurang, pH naik, enzim amilase memecah amilum menjadi gula sehingga larutan lebih pekat.
  • Terjadinya perubahan permeabilitas membran sel, sehingga ion atau molekul dapat keluar atau masuk dan kepekatan cairan sel dapat diatur. Ion K berperan penting dalam proses ini.
  • Pemasokan ion ke dalam sel penutip stomata memang sengaja dilakukan dengan menggunakan tenaga sehingga akibat masuknya air akan menaikkan tekanan turgor sel penutup, stomata membuka.

METODE PERCOBAAN

  1. JENIS PENELITIAN

Jenis penelitian yang kami lakukan adalah pengamatan.

  1. VARIABEL PENELITIAN

Dari praktikum yang kami lakukan didapat variabel sebagai berikut:

Variabel Kontrol : jenis tumbuhan dan daya bohlam lampu.

Variabel Manipulasi : waktu pencahayaan dan tempat yang terkena cahaya dan gelap

Variabel Respon : Selisih berat transpirasi.

  1. METODE PENELITIAN
  • ALAT DAN BAHAN
  1. Erlenmeyer 250 ml ( 2 buah)
  2. Sumbat erlenmeyer dengan lubang di tengahnya (2 buah)
  3. Timbangan
  4. Termometer, higrometer
  5. Lux meter
  6. Bohlam lampu 100 watt dan lampu duduk
  7. Pisau tajam dan penggaris
  8. Air
  9. Vaselin

10. Kertas grafik/milimeter

11. Dua pucuk tanaman Pacar Air ( Impatien balsemia) yang memiliki kondisi hampir sama sepanjang 20 cm.

  • CARA KERJA
  1. Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan
  2. Menyediakan 2 buah erlenmeyer kemudian mengisinya dengan air volume 150 ml.
  3. Memotongkan miring pangkal pucuk batang tanaman pacar air dalam air dan segera memasukkannya potongan tanaman tersebut pada tabung erlenmeyer melalui lubang pada sumbat sampai bagian bawahnya terendam air. Kemudian bunga, kuncup serta daun yang rusak dan mengolesinya dengan vaselin. Demikian pula pada celah-celah yang ada (misalnya sekitar sumbat penutup)
  4. Menimbang kedua erlenmeyer tersebut lengkap dengan tanaman dan air yang ada di dalamnya dan mencatatnya.
  5. Meletakkan erlenmeyer 1 di dalam ruangan dan erlenmeyer 2 pada temapat dengan jarak 20 cm dari lampu pijar 100 watt. Kemudain mengukur kondisi lingkungan kedua tempat tersebut meliputi suhu, intensitas cahaya dan kelembaban.
  6. Menimbang erlenmeyer beserta pelengkapannya setiap 30 menit sekali dan mencatatnya.
  7. Mengulangi pengukuran sebanyak 3 kali.
  8. Setelah penimbangan terakhir, mengambil daun-daun pada tanaman tersebut, kemudian mengukur luas total daun tersebut dengan kertas grafik/milimeter dengan cara:
  • Membuat pola masing-masing daun pada kertas grafik/milimeter.
  • Menghitung luas daun dengan ketentuan : apabila kurang dari kotak dianggap nol dan bila lebih dari dianggap satu.

HASIL PENELITIAN

  1. HASIL PENGAMATAN

Tabel 1

Berat awal, berat akhir dan selisih berat selama transpirasi

Waktu Terang Gelap
Berat awal (g) Berat akhir (g) Selisih berat x Berat awal (g) Berat akhir (g) Selisih berat x
30’ pertama 402,2 420 0,2 0,2 381,1 381 0,1 0,1
30’ kedua 420 419,8 0,2 381 380,9 0,1
30’ ketiga 419,8 419,6 0,2 380,9 380,8 0,1

Tabel 2

Luas daun

No. Perlakuan Luas Daun (cm²)
1.

2.

Terang

Gelap

49

52

Keterangan :

Perlakuan terang:

Suhu : 32°C

Intensitas cahaya 11.200 Cd/m²

Kelembaban udara 69 %

Kecepatan transpirasi terang:

= 0,2 / 30/ 49 g/menit/cm²

= 1,36 x 10 ¯⁴ g/ menit/ cm²

Perlakuan gelap:

Suhu : 31°C

Intensitas cahaya 8.000 Cd/m²

Kelembaban udara 70%

Kecepatan transpirasi gelap:

=0,1/ 30/ 52 g/ menit/ cm²

= 64,1 x 10¯⁴ g/menit/cm²

  1. ANALISIS DATA

Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan, pada penimbangan awal tanaman beserta perlengkapannya sebelum ditaruh pada tempat yang intensitas cahayanya berbeda adalah 420,2 gram untuk tempat yang terang dan 381,1 gram pada tempat gelap. Selanjutnya dengan menggunakan manipulasi waktu sebanyak 30 menit, didapat hasil sebagai berikut:

  • 30 menit pertama

Pada tanaman yang diberi tempat yang terang

Berat awal tanaman beserta perlengkapannya yaitu 420,2 gram setelah 30 menit berat akhir menjadi 420 gram. Selisih berat yang terjadi sebanyak 0,2 gram.

Pada tanaman yang diberi tempat yang gelap

Berat awal tanaman beserta perlengkapan yaitu 381,1 gram setelah 30 menit berat akhir menjadi 381 gram. Sehingga selisih berat yang didapat 0,1 gram.

  • 30 menit kedua

Pada tanaman yang diberi tempat yang terang.

Berat awal tanaman beserta perlengkapannya yaitu 420 gram setelah 30 menit berat akhir menjadi 419,8 gram. Selisih berat yang terjadi sebanyak 0,2 gram.

Pada tanaman yang diberi tempat yang gelap.

Berat awal tanaman beserta perlengkapan yaitu 381 gram setelah 30 menit berat akhir menjadi 380 gram. Sehingga selisih berat yang didapat 0,1 gram.

  • 30 menit ketiga

Pada tanaman yang diberi tempat yang terang

Berat awal tanaman beserta perlengkapannya yaitu 419,8 gram setelah 30 menit berat akhir menjadi 419,6 gram. Selisih berat yang terjadi sebanyak 0,2 gram.

Pada tanaman yang diberi tempat yang gelap

Berat awal tanaman beserta perlengkapan yaitu 380,9 gram setelah 30 menit berat akhir menjadi 380,8 gram. Sehingga selisih berat yang didapat 0,1 gram.

Perluasan daun yang dihitung apabila kurang dari kotak dianggap nol dan bila lebih dari dianggap satu. Dari percobaan yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut:

Pada tanaman perlakuan terang, luas daun seluruhnya yaitu 49 cm².

Pada tanaman perlakuan gelap, luas daun seluruhnya yaitu 52 cm².

Pada perlakuan terang

Suhu yang diketahui ialah 31°C dengan intensitas cahaya sebanyak 11.200 Cd dan kelembaban udara 69%.

Pada perlakuan gelap

Suhu yang diketahui ialah 30°C dengan intensitas cahaya sebanyak 8000 Cd dan kelembaban udara 70%.

  1. PEMBAHASAN

Berdasarkan dari hasil pengamatan yang dilakukan, terlihat jelas adanya perbedaan berat awal dan berat akhir pada semua perlakuan (terang dan gelap). Hal ini dikarenakan adanya transpirasi yang dilakukan oleh tanaman pacar air ( Impatien balsemia) sehingga penguapan air yang terjadi akibat transpirasi menyebabkan air semakin berkurang karena diserap oleh batang.

Selisih berat awal dan berat akhir pada tiap-tiap perlakuan berbeda. Pada perlakuan terang, selisih berat yang didapat 0,2 gram sementara pada perlakuan gelap selisih beratnya 0,1 gram. Dengan perbedaan suhu perlakuan terang 31°C, intensitas cahaya 11.200 Cd dan kelembaban udara 69%, sementara pada perlakuan gelap suhu 30°C, intensitas cahaya 8000 Cd dan kelembaban udara 70%,Hal ini mengindikasikan bahwa transpirasi yang dilakukan sangat bergantung dari faktor lingkungan yaitu suhu, kelembaban dan intensitas cahaya yang ada di sekitar tanaman pacar air ( Impatien balsemia). Suhu yang ada di tempat terang lebih tinggi daripada yang terdapat di tempat gelap begitu pula dengan intensitas cahaya yang terjadi, sedangkan kelembaban tanaman pada tempat yang gelap lebih tinggi dari pada tanaman yang berada di tempat yang terang. Sehingga memungkinkan perbedaan tingkatan transpirasi pada kedua perlakuan tersebut yang mana pada tanaman di tempat yang terang kecepatan transpirasinya lebih tinggi daripada tanaman di tempat yang gelap.

  1. GRAFIK

grafik

  1. DISKUSI

Proses transpirasi yang terjadi pada tanaman pacar air ( Impatien balsemia) sebenarnya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan namun juga faktor dari dalam tanaman tersebut seperti menutup dan membukanya stomata. Pada percobaan ini tidak dibahas bagaimana proses menutup dan membukanya stomata.

Metode penimbangan yang dilakukan dapat diketahui bahwa transpirasi memang terjadi dan merupakan proses penguapan air. Namun metode ini tidak dapat dijadikan patokan pada semua tanaman, karena seperti diketahui bahwa transpirasi dipengaruhi faktor lingkungan dimana semua tanaman di alam memiliki faktor lingkungan yang bervariasi.

Pemotongan yang dialami batang mempengaruhi laju transpirasi dan akar yang terendam air akan kekurangan oksigen sehingga penyerapan air berkurang (Sherf dan Mc-Gruddy, 1997)

Memang pada praktikum yang dilakukan pemotongan harus dilakukan pada air dan batang dipotong miring sehingga mempermudah tanaman untuk melakukan transpirasi.

SIMPULAN

Pada tanaman selalu melakukan transpirasi yang merupakan proses penguapan air yang terjadi sehingga menyebabkan air semakin berkurang. transpirasi yang dilakukan sangat bergantung dari faktor lingkungan yaitu suhu, kelembaban dan intensitas cahaya yang ada di sekitar tanaman Sehingga memungkinkan perbedaan tingkatan transpirasi pada karena perbedaan faktor lingkungan yang terjadi.

Kecepatan transpirasi juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan tersebut walau ada faktor lain yang juga mempengaruhi seperti membuka dan menutupnya stomata.

DAFTAR PUSTAKA

Alisbury, Frank. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 1. Bandung: ITB Bandung.

Seorodikoesoemo, Wibisono. 1993. Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan. Jakarta:Universitas Terbuka, Depdikbud.

Yuliani dkk. 2009. Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan.Surabaya: Laboratorium Biologi UNESA.

Iklan

Entry Filed under: Uncategorized

One Comment Add your own

  • 1. darkcoklat  |  Mei 17, 2010 pukul 3:45 pm

    bermangfaat banget laporannya…
    lam kenal ya…=D
    btw mw tanya dunk… bnr2 butuh bantuannya…
    pernah tw tentang penghitungan transpirasi dengan metode kertas kobalt lom?
    rumusnya G=3600/T
    tw gak rumus itu ditemukan oleh sapa..?
    thx bgt ya ….=D


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Oktober 2009
S S R K J S M
« Agu   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: