Jalanku Bukanlah Jalan Biasa…
Agustus 14, 2008
vitamustika
Tak terhitung langkah yang telah terpatri dalam tiap butiran doa yang dipanjatkan
Tak terjumlah pula pautan hati yang tergores pilu dalam tiap harinya
semua yng mencabikku dan semua pula yang menjadikanku ada
Tak terhingga rasa benci yang amat pada satu makhluk yang sempat bergelimang dalam 3 tahun terakhir,,,
Awal yang bodoh untuk akhir yang tragis,,
percaya pada makhluk Tuhan bukanlah hal yang dibenarkan,,karenanya dapat menghantui jiwa tiap kau berusaha memejamkan masa lalumu,,
memberikan semua harap padanya juga bukanlah hal yang dipantaskan,,karenanya dapat membuatmu buta akan batu besar di depan mu,
Dahulu,,dengan bangga ku pamerkan seluruh kebaikannya dan ku tutupi semua keburukannya
Dengan seluruh jiwa raga pula ku beri seluruh yang ku miliki,,yang tak ku sangka dia menganggapku tak berharga
ku hiasi hari-hariku dengan penuh senyuman
ku terlupa pada Zat Maha Diraja yang sedang menatap ku dengan kecewa luar biasa
Tapi ku tak peduli,,
tetap ku songsong langkahku dengan penuh kemenangan
Sekarang,,saat sang Maha Pencipta menegurku dengan amat bijak
ku tersadar dalam lamunan panjang tiada tara,,
ku melihat dia pergi tak berjejak meninggalkanku
hanya meninggalkan luka dan makian untuk diriku,,
tertahan nelangsa di persimpangan jelaga,, mencoba mengerti dan memahami kembali tatapan kecewa dari-Nya
mencoba bangkit meski getir belum juga pulih dari peraduannya
mencoba memetik hikmah di balik lara sukmaku
Akhirnya,,,,,,,,,,ku berusaha melupakan kisah kelamku yang memang harus ku lupakan
Allah itu baiiiiiiiik banget,,,sungguh hidayah-Nya tak pernah berhenti sejak ku mulai bermuara dalam bisingan wajah-wajah dunia
Tak pernah meniggalkanku meski langkah dan hati saling bertolak,,,
Subhanallah ya,,, kita semua punya Allah yang amat sempurna
sungguh bahagia diri ini menyadarinya
tapi sungguh,,ku tak pernah mau bertemu dengan makhluk tak bertanggung jawab itu lagi seumur hidup ku,, karena dia yang menjadikanku penuh dengan jelaga hitam di hati,,sampai kapanpun tak kan rela mata ini melihatnya lagi,, tak ingin pula sakit hatiku kembali bangkit dari tidurnya,,
biarlah waktu dan keikhlasanku yang menyembuhkan lukaku melalui tangan lembut-Nya
Insya Allah
Entry Filed under: Uncategorized
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed